Bagi banyak mahasiswa tingkat akhir, kata "skripsi" sering terdengar menakutkan. Padahal, skripsi bisa dikerjakan dengan tenang jika kita tahu apa yang sebenarnya diminta, bagaimana memulainya, dan langkah apa saja yang akan dilalui.
Artikel ini adalah bagian pertama Seri Skripsi di Seberkas Ilmu. Di seri ini kita akan membuat satu contoh skripsi dari awal sampai akhir: mulai dari memilih judul, menentukan metode, lalu menyusun Bab I sampai Bab V. Contohnya diambil dari bidang pendidikan (keguruan) dengan pendekatan kuantitatif, tetapi cara berpikirnya bisa dipakai untuk jurusan lain.
1. Apa itu skripsi?
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun mahasiswa jenjang sarjana (S1) berdasarkan penelitian, di bawah bimbingan dosen. Melalui skripsi, mahasiswa menunjukkan bahwa ia mampu:
- menemukan masalah yang layak diteliti,
- mencari dan membaca teori serta penelitian terdahulu,
- mengumpulkan dan mengolah data dengan metode yang tepat,
- menarik kesimpulan, lalu menuliskannya secara sistematis.
Sederhananya, skripsi adalah latihan berpikir ilmiah: ada masalah, dicari jawabannya dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan, lalu dilaporkan.
Skripsi, tesis, dan disertasi
- Skripsi (S1): menerapkan teori dan metode untuk menjawab masalah yang cukup spesifik.
- Tesis (S2): kajian lebih mendalam, biasanya dengan analisis dan landasan teori yang lebih kuat.
- Disertasi (S3): diharapkan menghasilkan temuan atau teori baru bagi bidang ilmunya.
Susunan umum skripsi
Format detailnya mengikuti pedoman kampus, tetapi pada skripsi kuantitatif susunannya umumnya seperti ini:
- Bab I Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
- Bab II Kajian Pustaka: teori, penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis.
- Bab III Metode Penelitian: desain, populasi dan sampel, instrumen, serta teknik analisis data.
- Bab IV Hasil dan Pembahasan: data yang diperoleh dan maknanya.
- Bab V Penutup: kesimpulan dan saran.
Bab I sampai III biasanya menjadi proposal. Bab IV dan V ditulis setelah penelitian dilakukan.
2. Tahapan skripsi dari awal sampai lulus
Sebelum membahas judul, mari lihat dulu gambaran perjalanannya. Dengan begitu, Anda tahu sedang berada di tahap mana dan apa langkah selanjutnya.
- Memilih topik. Tentukan bidang yang ingin diteliti, misalnya media pembelajaran, motivasi belajar, atau model pembelajaran.
- Menyusun tiga judul. Dari topik tersebut, rumuskan beberapa judul alternatif (dibahas di bawah).
- Konsultasi dengan dosen pembimbing. Ajukan judul, diskusikan, lalu tetapkan satu judul.
- Menyusun proposal (Bab I–III). Tulis pendahuluan, kajian pustaka, dan metode penelitian.
- Seminar proposal. Presentasikan rencana penelitian dan perbaiki sesuai masukan penguji.
- Penelitian dan olah data. Urus izin, siapkan instrumen, ambil data, lalu analisis.
- Menulis Bab IV–V. Sajikan hasil, bahas temuan, dan tarik kesimpulan.
- Sidang dan revisi. Pertahankan skripsi di depan penguji, revisi, lalu jilid dan unggah ke repositori kampus.
Nama dan urutan tahapan bisa sedikit berbeda di setiap kampus, misalnya ada yang mewajibkan uji instrumen atau seminar hasil. Tanyakan alurnya ke bagian akademik sejak awal.
3. Dari mana ide judul skripsi datang?
Judul yang baik berangkat dari masalah nyata, bukan sekadar terdengar keren. Beberapa sumber ide yang bisa Anda gali:
- Pengalaman PPL/magang. Masalah yang Anda lihat di kelas saat praktik mengajar adalah sumber ide terbaik, karena datanya dekat.
- Saran penelitian lanjutan. Baca bagian "saran" di skripsi, tesis, dan jurnal. Peneliti sebelumnya sering menuliskan apa yang belum sempat diteliti.
- Isu pendidikan terkini. Misalnya penerapan Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, atau pemanfaatan teknologi di kelas.
- Mata kuliah yang paling Anda sukai. Anda akan bergelut dengan topik ini berbulan-bulan, jadi pilih yang membuat Anda penasaran.
4. Anatomi judul skripsi kuantitatif
Judul skripsi kuantitatif umumnya memuat lima unsur: jenis hubungan, variabel bebas (X), variabel terikat (Y), subjek, dan tempat.
- Variabel bebas (X): hal yang memengaruhi atau diberikan, misalnya media, model, atau metode pembelajaran.
- Variabel terikat (Y): hal yang dipengaruhi atau diukur, misalnya hasil belajar, motivasi, atau kemampuan berpikir kritis.
- Subjek: siapa yang diteliti, misalnya siswa kelas V.
- Tempat: di mana penelitian dilakukan, misalnya SD Negeri X.
- Kata hubung: menunjukkan jenis penelitian. Pengaruh ... terhadap biasanya untuk eksperimen atau regresi, Hubungan ... dengan untuk korelasional, dan Perbedaan ... antara untuk komparatif.
Rumus sederhananya:
Kriteria judul yang baik
- Spesifik. "Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan" terlalu luas. Sebutkan teknologinya, hasil yang diukur, dan siapa subjeknya.
- Bisa diukur. Pada penelitian kuantitatif, variabel Y harus bisa diubah menjadi angka, misalnya skor tes atau skor angket.
- Datanya bisa diperoleh. Pastikan Anda punya akses ke sekolah dan subjek penelitian.
- Sesuai bidang program studi. Mahasiswa PGSD sebaiknya meneliti pembelajaran di SD.
- Realistis waktunya. Bisa selesai dalam satu sampai dua semester.
- Didukung referensi. Ada teori dan penelitian terdahulu yang bisa dijadikan pijakan.
- Cukup ringkas. Usahakan tidak lebih dari sekitar 20 kata dan tidak memakai singkatan yang tidak umum.
Contoh perbaikan judul
- Kurang tepat: Penggunaan Video dalam Pembelajaran
Lebih baik: Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar - Kurang tepat: Motivasi Belajar Siswa di Masa Kini
Lebih baik: Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
5. Menyiapkan tiga judul untuk dosen pembimbing
Banyak program studi meminta mahasiswa mengajukan dua sampai tiga judul. Meskipun tidak diwajibkan, menyiapkan tiga judul tetap disarankan. Alasannya:
- dosen pembimbing punya pilihan dan bisa mengarahkan ke judul yang paling layak,
- Anda punya cadangan jika satu judul ditolak atau sudah pernah diteliti,
- proses menyusun tiga judul memaksa Anda membaca lebih banyak, sehingga lebih siap saat diskusi.
Langkah menyiapkan tiga judul
- Tentukan satu tema besar. Contoh: meningkatkan hasil belajar siswa SD.
- Buat tiga variasi. Ubah variabel X, variabel Y, atau jenis hubungannya, sehingga ketiga judul tidak sekadar mirip.
- Cek keaslian. Cari judul serupa di Google Scholar, Garuda (garuda.kemdikbud.go.id), dan repositori kampus. Jika sudah ada, cari celah: subjek, tempat, materi, atau variabel yang berbeda.
- Nilai dengan kriteria. Beri tanda pada setiap judul: sesuai prodi, data bisa diperoleh, realistis waktunya, ada referensi, dan belum banyak diteliti di tempat itu.
- Urutkan berdasarkan prioritas. Taruh judul terkuat di urutan pertama.
Contoh: tiga judul dari satu tema
Misalkan Anda mahasiswa PGSD yang saat PPL melihat siswa kelas V kurang antusias dan nilainya rendah pada pelajaran IPAS. Dari pengamatan itu, disusun tiga judul berikut:
- Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Metode: kuasi eksperimen. Peneliti memberi perlakuan (video animasi) di satu kelas, lalu membandingkannya dengan kelas lain. - Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Metode: korelasional. Tidak ada perlakuan. Peneliti hanya mengukur dua variabel lalu melihat kekuatan hubungannya. Kelemahannya, topik ini sudah sangat banyak diteliti. - Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Metode: kuasi eksperimen. Menarik, tetapi menyiapkan perangkat PBL dan instrumen berpikir kritis butuh waktu lebih lama.
Apa yang dibawa saat konsultasi?
Jangan datang hanya membawa daftar judul. Siapkan satu lembar ringkas untuk setiap judul berisi:
- Judul lengkap.
- Masalah dalam 3–5 kalimat: apa yang Anda lihat di lapangan dan mengapa penting.
- Variabel X dan Y, serta cara mengukurnya.
- Rencana metode, subjek, dan tempat penelitian.
- 3–5 referensi utama: buku teori dan penelitian terdahulu yang relevan.
Persiapan seperti ini menunjukkan keseriusan dan membuat diskusi dengan dosen jauh lebih produktif.
6. Judul yang dipakai di seri ini
Dari ketiga judul di atas, yang dipilih sebagai contoh untuk seluruh Seri Skripsi adalah:
Alasannya: memenuhi semua kriteria, datanya bisa diambil dalam satu semester, dan hasilnya langsung bermanfaat bagi guru. Penelitian akan dilakukan di SD Negeri X (nama sekolah sengaja disamarkan) dengan dua kelas, yaitu kelas V-A dan V-B.
Judul ini akan menjadi benang merah di bagian berikutnya: metode penelitiannya di bagian 2, lalu Bab I sampai Bab V di bagian 3 sampai 7.
Ringkasan
- Skripsi adalah karya ilmiah S1 yang menjawab satu masalah melalui penelitian.
- Tahapannya: topik, judul, konsultasi, proposal, seminar, penelitian, Bab IV–V, sidang.
- Judul kuantitatif memuat variabel X, variabel Y, subjek, dan tempat.
- Siapkan tiga judul yang berbeda, cek keasliannya, nilai dengan kriteria, dan bawa ringkasan saat konsultasi.
Di Seri Skripsi bagian 2, kita akan membahas jenis-jenis metode penelitian dan cara memilih metode yang paling tepat untuk judul Anda.




Posting Komentar