Lewati ke konten
SEBERKAS ILMU

Jenis-Jenis Metode Penelitian dan Cara Memilih yang Tepat untuk Skripsi

Bagikan ke WhatsApp

Setelah judul ditetapkan (dibahas di Seri Skripsi bagian 1), pertanyaan berikutnya adalah: dengan cara apa masalah itu akan dijawab? Inilah yang disebut metode penelitian.

Metode penelitian ibarat kendaraan. Tujuan Anda sudah jelas, tetapi Anda harus memilih kendaraan yang sesuai: motor untuk jalan sempit, mobil untuk keluarga, kapal untuk menyeberang laut. Salah memilih metode membuat penelitian sulit dikerjakan, atau hasilnya tidak menjawab rumusan masalah.

1. Apa itu metode penelitian?

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Metode menentukan hampir semua hal dalam skripsi Anda:

  • bentuk rumusan masalah dan hipotesis,
  • siapa dan berapa banyak subjek yang diteliti,
  • instrumen yang dipakai (tes, angket, wawancara, observasi),
  • cara menganalisis data (statistik atau analisis tematik).

Secara garis besar, metode penelitian dikelompokkan menjadi lima: kuantitatif, kualitatif, campuran (mixed methods), penelitian dan pengembangan (R&D), serta penelitian tindakan kelas (PTK).


2. Penelitian kuantitatif

Penelitian kuantitatif memakai data berupa angka yang diolah dengan statistik. Biasanya diawali dengan teori, lalu dirumuskan hipotesis yang diuji dengan data. Contoh data kuantitatif: nilai tes, skor angket skala Likert, atau jumlah kehadiran.

Cocok jika Anda ingin mengetahui seberapa besar, apakah berpengaruh, atau apakah berbeda.

a. Eksperimen

Peneliti memberikan perlakuan (treatment) kepada satu kelompok, lalu membandingkan hasilnya dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Inilah satu-satunya jenis penelitian kuantitatif yang paling kuat untuk menyimpulkan sebab-akibat. Ada tiga tingkatan:

  • Pra-eksperimen (pre-experimental): hanya satu kelompok tanpa kelompok pembanding, misalnya one group pretest-posttest. Mudah dilakukan, tetapi kesimpulannya paling lemah karena peningkatan bisa disebabkan hal lain.
  • Eksperimen murni (true experiment): ada kelompok kontrol dan subjek diacak ke dalam kelompok. Kesimpulannya paling kuat, tetapi sulit dilakukan di sekolah karena siswa sudah terbagi dalam kelas-kelas.
  • Kuasi eksperimen (quasi experiment): ada kelompok kontrol, tetapi kelas yang sudah ada dipakai apa adanya tanpa mengacak siswa. Inilah yang paling sering dipakai di skripsi pendidikan.

Contoh judul: Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar.

b. Korelasional

Melihat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa memberi perlakuan. Hasilnya berupa angka koefisien korelasi yang menunjukkan arah dan kekuatan hubungan. Ingat: korelasi tidak sama dengan sebab-akibat. Dua hal bisa berhubungan tanpa yang satu menyebabkan yang lain.

Contoh judul: Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.

Jika ingin mengetahui seberapa besar sumbangan variabel X terhadap Y tanpa perlakuan, dipakai analisis regresi. Judulnya sering memakai kata "pengaruh", misalnya "Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa".

c. Komparatif

Membandingkan satu variabel pada dua kelompok atau lebih yang sudah ada, tanpa perlakuan. Jika peneliti juga mencari kemungkinan penyebab perbedaan yang sudah terjadi, disebut kausal-komparatif (ex post facto).

Contoh judul: Perbedaan Hasil Belajar IPAS antara Siswa yang Mengikuti Bimbingan Belajar dan yang Tidak Mengikuti di Kelas V SD.

d. Survei atau deskriptif kuantitatif

Menggambarkan kondisi apa adanya dalam bentuk angka, misalnya persentase atau rata-rata. Biasanya memakai angket kepada sampel yang cukup besar.

Contoh judul: Tingkat Literasi Digital Guru Sekolah Dasar di Kecamatan X.

3. Penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif memakai data berupa kata, gambar, dan perilaku yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dan berusaha memahami makna di balik suatu fenomena. Jumlah partisipannya lebih sedikit, tetapi digali secara mendalam.

Cocok jika pertanyaan Anda berbunyi mengapa atau bagaimana prosesnya.

  • Studi kasus: menelaah satu kasus secara mendalam, misalnya penerapan Kurikulum Merdeka di satu sekolah.
  • Fenomenologi: menggali pengalaman hidup orang yang mengalami suatu fenomena, misalnya pengalaman guru honorer mengajar di daerah terpencil.
  • Etnografi: mempelajari budaya suatu kelompok melalui pengamatan dalam waktu lama, misalnya budaya belajar santri di pesantren.
  • Grounded theory: membangun teori baru dari data lapangan.
  • Naratif: menyusun kisah hidup atau pengalaman seseorang secara kronologis.

Contoh judul: Strategi Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran IPAS di SD Negeri X.

4. Penelitian campuran (mixed methods)

Menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Creswell dan Plano Clark membagi tiga desain dasar:

  • Sekuensial eksplanatori: kuantitatif dulu, lalu kualitatif untuk menjelaskan hasil angka. Misalnya survei motivasi, lalu wawancara siswa yang skornya rendah.
  • Sekuensial eksploratori: kualitatif dulu untuk menggali, lalu kuantitatif untuk menguji secara luas.
  • Konvergen: kedua data dikumpulkan bersamaan, lalu hasilnya dibandingkan.

Metode ini kaya, tetapi menuntut waktu dan kemampuan analisis dua kali lipat. Untuk skripsi, pertimbangkan dengan matang dan diskusikan dengan dosen pembimbing.

5. Penelitian dan pengembangan (R&D)

Bertujuan menghasilkan produk, misalnya modul, media, LKPD, atau aplikasi, lalu menguji kelayakan dan keefektifannya. Model yang populer di bidang pendidikan:

  • ADDIE: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.
  • 4D (Thiagarajan dkk.): Define, Design, Develop, Disseminate.
  • Borg & Gall: sepuluh langkah, dari studi pendahuluan sampai diseminasi. Untuk skripsi, langkahnya sering disederhanakan.

Contoh judul: Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi pada Materi Siklus Air untuk Siswa Kelas V SD.

6. Penelitian tindakan kelas (PTK)

Dilakukan oleh guru (atau mahasiswa bersama guru) untuk memperbaiki pembelajaran di kelasnya sendiri. Penelitian berjalan dalam siklus. Model Kemmis dan McTaggart terdiri dari: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus diulang sampai indikator keberhasilan tercapai.

Contoh judul: Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Media Video Animasi pada Siswa Kelas V SD Negeri X.

Perhatikan bedanya: PTK bertujuan meningkatkan di satu kelas, sedangkan eksperimen menguji pengaruh dengan membandingkan dua kelompok.

Bagaimana dengan studi literatur? Sebagian kampus juga menerima skripsi berbasis kajian pustaka, termasuk systematic literature review (SLR). Datanya berupa artikel ilmiah yang diseleksi dengan kriteria yang ketat. Pastikan dulu prodi Anda mengizinkannya.

7. Cara memilih metode yang tepat

Kunci utamanya: pilih metode berdasarkan rumusan masalah, bukan karena terlihat mudah. Lihat kata tanya dalam pertanyaan penelitian Anda, lalu cocokkan dengan panduan berikut.


Setelah itu, uji pilihan Anda dengan lima pertanyaan berikut:

  1. Apa yang ingin diketahui? Besar pengaruh, hubungan, perbedaan, gambaran, makna, produk, atau perbaikan kelas.
  2. Apakah Anda bisa memberi perlakuan? Jika bisa mengajar atau mengatur pembelajaran di kelas, eksperimen dan PTK terbuka. Jika tidak, pilih korelasional, komparatif, survei, atau kualitatif.
  3. Seperti apa datanya? Angka mengarah ke kuantitatif, kata dan makna ke kualitatif.
  4. Berapa waktu dan biaya yang tersedia? R&D dan mixed methods umumnya paling lama.
  5. Apa kebiasaan dan keahlian di prodi Anda? Dosen pembimbing yang menguasai metode itu akan sangat membantu.

Metode menentukan teknik analisis

Sejak awal, bayangkan juga bagaimana data akan dianalisis:

  • Eksperimen/kuasi eksperimen: uji-t (independen atau berpasangan), N-Gain, atau ANCOVA.
  • Korelasional: korelasi Pearson atau Spearman.
  • Pengaruh tanpa perlakuan: regresi linear sederhana atau berganda.
  • Komparatif: uji-t independen atau ANOVA.
  • Survei/deskriptif: statistik deskriptif (rata-rata, persentase, kategori).
  • Kualitatif: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (model Miles dan Huberman), atau analisis tematik.

Kebanyakan uji statistik di atas punya syarat, misalnya data berdistribusi normal. Kita akan membahasnya lebih rinci di Bab III dan Bab IV.

8. Metode untuk judul di seri ini

Judul kita: Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar.

  • Kata kuncinya "pengaruh", dan peneliti bisa memberi perlakuan (mengajar dengan video animasi). Jadi metodenya eksperimen.
  • Siswa sudah terbagi dalam kelas V-A dan V-B, dan sekolah tidak mungkin mengacak ulang siswa. Jadi jenisnya kuasi eksperimen.
  • Desainnya nonequivalent control group design: kedua kelas diberi pretest, lalu kelas eksperimen belajar dengan video animasi dan kelas kontrol belajar seperti biasa, kemudian keduanya diberi posttest.

Keterangan:

  • O₁ dan O₃: pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol.
  • X: perlakuan, yaitu pembelajaran dengan media video animasi.
  • O₂ dan O₄: posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Pretest penting untuk memastikan kemampuan awal kedua kelas setara. Jika setelah perlakuan peningkatan di kelas eksperimen lebih besar secara signifikan, kita bisa menyimpulkan bahwa video animasi berpengaruh terhadap hasil belajar.

Ringkasan

  1. Lima kelompok metode: kuantitatif, kualitatif, campuran, R&D, dan PTK.
  2. Kuantitatif terbagi menjadi eksperimen, korelasional, komparatif, dan survei.
  3. Pilih metode dari rumusan masalah, lalu pertimbangkan perlakuan, jenis data, waktu, dan keahlian pembimbing.
  4. Judul seri ini memakai kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group.

Bacaan lanjutan: Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Alfabeta); Creswell, Research Design (SAGE). Gunakan edisi terbaru yang tersedia di perpustakaan kampus Anda.

Di Seri Skripsi bagian 3, kita mulai menulis: Bab I Pendahuluan, lengkap dengan contoh untuk judul di atas.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan Anda:

Rasin, S.Kom., M.M.

Praktisi IT & manajemen pendidikan. Menulis tentang transformasi digital dan kepemimpinan.

Komentar

Posting Komentar